Pemkab Rokan Hilir Raih Penghargaan SAKIP dengan Predikat B

Doposting Oleh : Admin Web Rokan Hilir | Tanggal Posting :28 Januari 2019 | Dudah Dilihat : 87 Kali Dilihat

BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menerima Dokumen Laporan Hasil Evaluasi SAKIP diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin kepada Wakil Bupati Rokan Hilir Drs. H. Jamiludin, dalam acara puncak SAKIP Award 2018  dengan tema "Making Change, Making History" di Bandung, Senin (28/1/2019).

Kementeri PAN dan RB menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja kepada seluruh Instansi Pemerintah daerah di Wilayah I, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Banten, dan Jawa Barat.

Evaluasi dilakukan berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah daerah, dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja instansi Pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir kembali meraih Predikat kategori B untuk Laporan Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE SAKIP) Tahun 2018, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB).

Turut Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir, Kepala Bappeda dan Inspektur Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir beserta rombongan.

"Alhamdulillah kita mendapatkan predikat B dua tahun berturut-turut dan kita sangat bersyukur atas pencapaian yang kita raih ini" kata Wakil Bupati Rokan Hilir

lebih lanjut, H. Jamiludin menambahkan kita berkomitmen Insya Allah tahun 2019 akan berusaha dan berjuang untuk meraih BB , predikat 16 OPD yang dievaluasi untuk meraih predikat BB ditambah menjadi 20 OPD, diharapkan dukungan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Sementara itu Sekda Rohil Surya Arfan menambahkan bahwa tahun 2019 Pemkab Rohil berkomitmen meningkatkan predikat menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya,dirinya berharap kepada semua OPD harus bekerja keras.
 
"Prestasi tahun 2019 harus lebih baik dari tahun 2018, kita harus capai minimal BB tahun depan karena selain sebagai sebuah prestasi juga sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah membangun wilayahnya," jelas Sekda.
 
Menurut Sekda, efektivitas dan efisiensi pada penggunaan anggaran di lingkungan pemerintah dapat terwujud jika adanya keseriusan dalam mengelola OPD yang telah diamanahkan sesuai aturan.
"Ini semua bukti keseriusan Bupati Suyatno dan Wabup Jamiluddin, yang langsung membimbing dan mengarahkan kepada OPD dan hasilnya membanggakan Kabupaten Rohil,"
 
Dalam Sambutannya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyampaikan bahwa Kementerian  PANRB melakukan evaluasi penerapan SAKIP terhadap seluruh instansi pemerintahan baik pusat maupun daerah.  Dengan metode ini, anggaran yang dikelola tidak boleh hanya berdasarkan penyerapan, tapi harus ada outcome-nya.
 
Melalui SAKIP, paradigma kinerja pemerintahan diubah. Bukan lagi sekedar melaksanakan program kegiatan yang dianggarkan, tetapi melakukan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai sasaran itu. SAKIP juga memastikan bahwa anggaran hanya digunakan untuk membiayai program/kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan. Selain itu, SAKIP juga memastikan penghematan anggaran melalui dihapusnya kegiatan yang tidak penting, yang tidak mendukung kinerja instansi pemerintah.
 
Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah berhasil mencegah potensi pemborosan anggaran yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Tahun 2017 berhasil dihemat Rp. 46 triliun, sedangkan tahun 2018 terjadi penghematan yang mencapai angka Rp. 64,8 triliun pada 24 provinsi dan 216 kabupaten/kota. (kominfo)
 
 

Komentar